Date
Sun, 8

pagi itu, di bandung. fajar baru saja retak di balik punggung gunung. langit masih pucat, jalan lengang, dan rumah-rumah kecil lewat begitu saja di sisi kaca mobil. "lagi lihat apa?" tanyanya. "tuh," jawabku sembari menunjuk ke luar. "cuma matahari?" ia ikut melirik sebentar. "jarang-jarang juga, kan?" aku tertawa kecil, lalu mengangkat ponsel buat memotret. kamera ponselku menangkap cahaya tipis yang baru lahir di atas gunung. cantik sekali. "momen kayak gini," kataku santai tanpa benar-benar menoleh, "sebetulnya ngasih kita waktu sebentar buat sekadar nginget apa yang sebenarnya bikin hidup jadi jauh lebih enak." "kayak apa?" ia menoleh. aku masih sibuk membidik langit yang pelan-pelan berubah warna. "ya kayak gini," kataku. "jalanan kosong, udaranya dingin... sama orang yang kebetulan lagi duduk di sebelah." sembari tetap fokus memotret.